Jakarta, 30 Juli 2025, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) resmi menjalin kemitraan strategis dengan TB Alliance, organisasi nirlaba internasional yang berfokus pada penelitian dan pengembangan pengobatan tuberkulosis (TB) baru yang terjangkau, efektif, dan berpusat pada pasien. Selama ini, TB Alliance telah bekerja sama dengan berbagai negara dan mitra global untuk mempercepat eliminasi TB melalui inovasi ilmiah serta kemitraan lintas sektor.
Kerja sama ini dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) yang menargetkan percepatan inovasi pengobatan TB, kusta, dan penyakit mikobakterial lainnya. Melalui kolaborasi ini, Indonesia diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai pemimpin global di bidang inovasi kesehatan sekaligus mendorong penerapan pengobatan generasi baru yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Ruang lingkup kemitraan mencakup pertukaran pengetahuan ilmiah, penelitian dan pengembangan, produksi dalam negeri, alih teknologi, hingga implementasi terapi TB mutakhir. Menurut Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes RI, Dr. Rizka Andalucia, langkah ini akan memperkuat kapasitas sistem kesehatan nasional sekaligus meningkatkan kemampuan peneliti menghadapi tantangan kesehatan di masa depan.
Sejalan dengan itu, Presiden dan CEO TB Alliance, Dr. Mel Spigelman, menegaskan bahwa kemitraan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pengobatan TB inovatif yang berfokus pada pasien, baik di Indonesia maupun secara global.
Inisiatif ini juga menjadi kelanjutan dari komitmen yang telah disepakati pada High-Level Meeting on Tuberculosis di Bali, November 2024. Pada forum tersebut, TB Alliance memperkenalkan pendekatan “one by one”, yaitu strategi untuk menyembuhkan TB laten dalam satu hari dan TB aktif dalam waktu satu bulan — sebuah terobosan yang berpotensi mengubah peta penanggulangan TB di dunia.
Tidak hanya menjadi penerima manfaat teknologi kesehatan terbaru, Indonesia kini berperan aktif sebagai pionir dalam pengembangan solusi kesehatan global. Dukungan terhadap visi ini juga hadir melalui INDOMEDEX 2026, pameran yang mempertemukan pelaku industri alat kesehatan, pakar medis, peneliti, pembuat kebijakan, dan berbagai pemangku kepentingan di sektor kesehatan. Ajang ini diharapkan memperluas inovasi dan kolaborasi strategis seperti kerja sama Kemenkes RI–TB Alliance, sehingga memberi dampak nyata pada upaya global eliminasi TB.
